Wednesday, 7 October 2009

 Ditengah segala keterbatasan dana riset Pemerintah dan apalagi institusi swasta Nasional  Prosesor Xirka Bermuatan Chips WiMax Produksi Industri TIK NasionalBerita Komputer - Ditengah segala keterbatasan dana riset Pemerintah dan apalagi institusi swasta Nasional umumnya di Indonesia yang dalam himpitan krisis ekonomi global yang masih terus berlangsung selepas tengah tahun 2008 yl ; ternyata bisnis layanan teknologi TIK di tanah air sanggup tetap tumbuh positip malahan bisa melahirkan suatu langkah maju yang amat penting, adalah dengan peluncuran untuk pertama kali produksi microchips prosesor “XirkA” yang dirancang serta diproduksi sendiri di tanah air.

Adalah hebat rekayasa IC : Intergrated Chips yang juga dosen STIE-ITB yakni; Trio Adiono PhD, berhubungan dengan alumni Ilmu Komputer lulusan Jepang : Eko Fajar Nurprasetyo PhD yang untuk pertama kalinya berhasil merekayasa chipsets “Xirka” dengan produksi yang dilaksanakan perusahaan Xirka Management yang berlokasi di Batam. “Xirka” ini mengunggulkan muatan chipsets WiMax yang memenuhi standard IEEE 802.16e-2005 dengan transfer data teknologi 4G. Dalam prakteknya chipsets “Xirka” sanggup disematkan dalam perangkat USB untuk mobile broadband wireless access ataupun komponen chipsets untuk saluran jaringan jenis WiMax : “Worldwide interoperability for microwave access” yang dalam perencanaan jaringan TIK Nasional akan segera digelar di tanah air.

Dalam ajang kompetitif Asia-Pasifik “Xirka” berhasil meraih penghargaan APICTA : Asia Pacific Information Communication Technology Award Desember 2008 yl dengan menyisihkan partisipan industri global terkemuka dari aneka macam negara.

Dengan keunggulan spesifikasinya maka WiMAX dalam pandangan kalangan Pengamat IT global sanggup menjadi salah satu pilihan sistem jaringan komunikasi masa depan : “Next Generation Networks” yang sungguh menjanjikan dan sanggup menjadi tentangan berat untuk operasional layanan jaringan seluler GSM jenis saluran data kecepatan tinggi HSDPA 3.5G ataupun CDMA-EVDO masa sekarang berkapasitas layanan transfer data sampai : 3.1 Mbps.

Atas keberhasilan produksi prosesor “Xirka” ini sekarang menciptakan Indonesia termasuk menjadi salah satu negara gres masuk dalam “Klub Negeri Produsen chipsets WiMax” yang hinga sekarang secara langsung hanya terdiri atas gugusan Negara Industri Maju : AS, Perancis, Canada, Korea dan Jepang. Jaringan WiMax sendiri sejauh ini diseluruh dunia gres digelar di Negara AS dan Korea yang pertama kali mendemontrasikan jaringan WiMax dalam menyambut ajang konferensi OPEC 2002 di Seoul {perkembangan lalu WiMax disebut juga dengan istilah WiBro}.

Telah menjadi belakang layar umum dalam dunia riset di tanah air bahwa pada masa sebelumnya setiap kali Perekaya TIK Indonesia berhasil atau bereksperimen menciptakan chipsets aplikasi komputer versi lab, maka setiap kali pula dengan terpaksa harus menyerahkan rancangan untuk dicetak di lab komputasi produksi integrated chips luar negeri; adalah biasanya di negara tetangga Singapore.

Ilmuwan berkeahlian Teknik Elektro dari kampus ITB telah melahirkan sejumlah tokoh yang harum namanya dalam pengembangan TIK di tanah air a.l: Prof. Samaun Samadikun sebagai sosok yang pada tahun 1960-an merintis pengembangan konsepsi “BHTV : Bandung Hi-Tech Valley” ---kawasan pusat industri IT/Teknologi yang berpusat di kota Bandung yang menggandakan konsepsi industri Silicon Valley di California - AS---
ataupun Prof. Dr Iskandar Alisjahbana guru besar ITB yang disebut sosok tokoh yang merumuskan penerapan Teknologi Satelit yang amat vital sebagai tulang punggung jaringan yang menjamin terjalinnya komunikasi telepon dari ujung Barat sampai ke Timur di setiap pelosok desa terpencil di Nusantara sampai pantas jikalau ia ---bekerja sama dalam bisnis telekomunikasi telepon satelit dengan alumni Universitas Caltech - AS : Adi Rahman Adiwoso--- dijuluki “Bapak Komunikasi Satelit Nasional”.

Dan sekarang tidaklah hiperbola apabila sejumlah kalangan Pengamat IT Nasional dengan penuh rasa berbangga hati ada yang telah bersiap menyematkan gelar menokohkan pasangan Trio Adiono, PhD. dan Eko Fajar Nurprasetyo, PhD. sebagai “Bapak Chipset Indonesia” masa kini.

Sumber : www.bppt.go.id

- Copyright © topmost-azyrham - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -