Archive for April 2011
Gadget dengan lebar 7 inchi ini berwarna hitam metalic hampir tidak ada warna lain selain logo Blackberry di bawah layar berukuran 1024 x 600 pixel, walaupun secara ukuran lebih kecil dari iPad 2 namun secara teknologi Blackberry PlayBook tidak ketinggalan juga, berbekal Sistem Operasi QNX berbasis Unix dan dihandle oleh processor dual-core 1GHz TI OMAP plus 1 Gb memory alias RAM menciptakan Blackberry PlayBook sanggup beroprasi dengan performa tinggi.
Untuk mendukung web servicenya pada Blackberry PlayBook telah terinstall Adobe Flash Player 10.1 (walaupun masih di bawah Android yang telah memakai Adobe Flash 10.2) dan telan mendukung pula HTML5, tak lupa juga mengenai konektivitas wifi, bluetooth (wajib), + internet dengan jaringa 4 G (berlaku sesuai tempat masing-masing).
Multimedia tak mau kalah dengan iPad 2, di depan dan di belakang PlayBook tersemat kamera masing-masing 2 Megapixel dan 5 Megapixel, video yang didukung H.264, MPEG4, WMV HDMI video output, juga duduk perkara bunyi speaker stereo dan microphone stereo jadi andalan.
Masih ingin tau dengan Blackberry PlayBook? Gabung dan dapatkan update terbaru wacana Blackberry PlayBook di sini
Ikuti Musim Rim Ikuti-Ikutan Produksi Tablet [Blackberry Playbook]
Sebut aja Polytron, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan produk alat-alat elektronik ketimbang produk teknologi komunikasinya pun IMO merk lokal, keduanya mencoba mengusung Android sebagai sistem operasi produk handphonenya. Beberapa handphone produk Polytron ini memang belum ada di pasaran namun beritanya telah menyebar luas di dunia maya.
PW1100S, PW2000S dan PW1000S ketiga handphone keluaran merk Polytron inilah yang ikut meramaikkan pasar Android. Ketiganya merupakan handphone touch screen alias layar sentuh apa keunggulan dari produk Polytron ini pihak pun belum mengetahuinya.
Sehingga menciptakan semakin banyak daftar vendor pengguna OS Android. Ini menandakan bahwa daya tarik teknologi Open Source (Android) terang tidak kalah dibanding teknologi Sistem Operasi homogen ibarat Blackberry OS atau iOS milik iPhone. Bahkan kecanggihan teknologi ini sanggup dengan gampang kita miliki alasannya teknologi Open Source yaitu teknologi “Gratis”. Karena itulah HP Android lebih murah dibanding dengan iPhone atau Blackberry. Karena Open Source!
Hal ini tentu memunculkan impian ihwal variasi HP (handphone/hape) Android, juga pastinya sedikit banyak akan mensugesti harga HP Android di Indonesia. Benarkah begitu? Kalau dilihat dari aturan ekonomi, semakin banyak penawaran semakin rendah harga.