Archive for December 2017
Gmail merupakan salah satu karya dan pedoman karyawan Google berjulukan Paul Buchheit karyanya menciptakan Google dengan gampang melebarkan sayapnya melalui aneka macam produk yang terintegrasi dengan Gmail. Sebut saja Android, Google+, Google Drive,Google Keep, Google Photos, Chorme, Youtube, dan banyak aplikasi Google lainnya yang terintegrasi memakai sebuah akun Gmail.
Produk utama Google ialah sebuah mesin pencarian alamat situs di Internet, dengan bantuannya kita sanggup menjelajahi, mencari tahu segala hal yang ada di Internet. Namun sang CEO tidak menutup adanya penemuan atau wangsit yang disampaikan oleh karyawannya, sang CEO sanggup mendapatkan masukan.
Google tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan menjadi situs/produk yang paling banyak dikunjungi oleh setiap pengguna internet hampir di setiap negara. Perlahan, kita makin mengenal dan memanfaatkan karya Google untuk aneka macam kebutuhan. Memang tidak sedikit produk Google yang gagal tumbuh, Google Talk, Picasa, Orkut, Google answer, Google Code, dll. Namun itu semua tidak menciptakan Google menutup penemuan atau wangsit baru, alasannya ialah Google tumbuh dari inovasi, Google tumbuh dari wangsit dua orang mahasiswa, dan Google percaya bahwa penemuan atau wangsit sanggup jadi keluar dari pedoman orang lain bukan hanya dari dirinya. Youtube buktinya. Android buktinya. Gmail buktinya.
Kita mencar ilmu dari Yahoo, yang hanya menggantungkan berjalannya perusahaan dari penemuan dan ide-ide CEOnya. Kita mencar ilmu dari Yahoo, faktanya produk yang dihasilkan oleh Yahoo jauh tertinggal dari Google baik dari segi jumlah, teknologi dan penggunanya. Kita mencar ilmu dari kegagalan Yahoo dalam bersaing. Yahoo terpuruk, jatuh, dijual murah.
Kita mencar ilmu dari Nokia, yang keras kepala tidak mau memakai Android sebagai sistem operasinya. Kita mencar ilmu dari Nokia, yang arogan berusaha menciptakan sistem operasi sendiri dan tidak bergabung dengan komunitas open source Android. Nokia terpuruk, jatuh, dilego oleh Microsoft dan pada karenanya mau tidak mau memakai Android sebagai sistem operasinya juga.
Kita mencar ilmu dari ketiga teladan perusahaan di atas, Google yang mau mendengar masukan wangsit dan inovasi, Yahoo dan Nokia yang dengan percaya diri namun sombong tidak mau mendapatkan inovasi. Karena 1 orang arif yang sombong, akan kalah oleh 100 orang ndeso yang mau belajar.
Produk utama Google ialah sebuah mesin pencarian alamat situs di Internet, dengan bantuannya kita sanggup menjelajahi, mencari tahu segala hal yang ada di Internet. Namun sang CEO tidak menutup adanya penemuan atau wangsit yang disampaikan oleh karyawannya, sang CEO sanggup mendapatkan masukan.
Google tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan menjadi situs/produk yang paling banyak dikunjungi oleh setiap pengguna internet hampir di setiap negara. Perlahan, kita makin mengenal dan memanfaatkan karya Google untuk aneka macam kebutuhan. Memang tidak sedikit produk Google yang gagal tumbuh, Google Talk, Picasa, Orkut, Google answer, Google Code, dll. Namun itu semua tidak menciptakan Google menutup penemuan atau wangsit baru, alasannya ialah Google tumbuh dari inovasi, Google tumbuh dari wangsit dua orang mahasiswa, dan Google percaya bahwa penemuan atau wangsit sanggup jadi keluar dari pedoman orang lain bukan hanya dari dirinya. Youtube buktinya. Android buktinya. Gmail buktinya.
Kita mencar ilmu dari Yahoo, yang hanya menggantungkan berjalannya perusahaan dari penemuan dan ide-ide CEOnya. Kita mencar ilmu dari Yahoo, faktanya produk yang dihasilkan oleh Yahoo jauh tertinggal dari Google baik dari segi jumlah, teknologi dan penggunanya. Kita mencar ilmu dari kegagalan Yahoo dalam bersaing. Yahoo terpuruk, jatuh, dijual murah.
Kita mencar ilmu dari Nokia, yang keras kepala tidak mau memakai Android sebagai sistem operasinya. Kita mencar ilmu dari Nokia, yang arogan berusaha menciptakan sistem operasi sendiri dan tidak bergabung dengan komunitas open source Android. Nokia terpuruk, jatuh, dilego oleh Microsoft dan pada karenanya mau tidak mau memakai Android sebagai sistem operasinya juga.
Kita mencar ilmu dari ketiga teladan perusahaan di atas, Google yang mau mendengar masukan wangsit dan inovasi, Yahoo dan Nokia yang dengan percaya diri namun sombong tidak mau mendapatkan inovasi. Karena 1 orang arif yang sombong, akan kalah oleh 100 orang ndeso yang mau belajar.
Gmail, Produk Inovatif Karya Karyawan Google
Sunday, 3 December 2017